Tidak Memahami Pesan Khutbah Jumat, Berarti Ikut Menghancurkan Negara

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh kondisi jemaah shalat jumat ketika khutbah sedang dilangsungkan. Sungguh menyedihkan sekali jika mengamati penampilan jemaah ketika khutbah jumat sedang dilangsungkan di atas mimbar. Kita akan melihat ada yang mengantuk, ada yang melamun, ada yang memain-mainkan karpet, bahkan ada juga yang jelas-jelas sedang tidur. Yang lebih mengherankan, sepertinya rata-rata masjid situasinya sama dalam hal ini. Jadi dengan kondisi seperti digambarkan ini, apakah mungkin pesan dari khutbah itu bisa diserap dengan sempurna? Mungkin ini over generalisasi, tapi ini juga yang sering penulis jumpai dan kebetulan karena mobilitas agak tinggi, sering berpindah-pindah shalat jumat. Karena dilatarbelakangi oleh pengamatan, maka tulisan ini bisa jadi bersifat spekulatif atau argumentatif, namun tidak terlepas dari unsur ilmiahnya karena akan dikemukakan juga argumen ilmiah di dalamnya.

Setelah membaca judul di atas, mungkin akan timbul pertanyaan-pertanyaan seperti; apa maksud judul di atas? Apa mungkin bisa begitu? bagaimana alur berpikirnya hingga sampai begitu? pertanyaan-pertanyaan ini wajar muncul di benak kita karena hubungan antara dua variabel dalam judul di atas tidak terdapat hubungan langsung seperti halnya “makan” dan “kenyang”. Kemudian keduanya juga berada pada dimensi bahasan yang berbeda; sebagaimana kita ketahui, kehancuran suatu Negara termasuk bahasan ilmu-ilmu sosial, terutama sosiologi dan sebagainya. Sedangkan shalat jumat jelas merupakan bahasan agama. Namun terlepas dari pola keterhubungan dari kedua varibel ini, jika kita mau sedikit memeras pikiran dan menganalisa, keduanya bisa ditautkan pada bahasan yang sinkron dan logis. Bahasan ini akan melibatkan berbagai disiplin, dihubungkan satu dengan yang lainnya. Penulis tidak tau ini cara berpikir seperti apa, apakah khasanah ilmiah mengenali cara berpikir begini atau tidak, tapi yang penulis tahu semuanya logis dan cukup ilmiah karena dilengkapi dengan argumen-argumen yang juga tak diragukan keilmiahannya.

Sebagaimana kita ketahui, dalam shalat jumat ada yang dinamakan khutbah. Jika khutbah ini tidak dilaksanakan, maka tidak sah shalat jumat. Khutbah sebenarnya memilki banyak sekali fungsi, baik bagi muslim secara individu maupun secara sosial kemasyarakatan. Antara lain sebagai berikut:

  1. Memberi pengajaran kepada jamaah mengenai bacaan dalam rukun khotbah, terutama bagi jamaah yang kurang memahami bahasa Arab
  2. Mendorong jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah
  3. Mengajak jamaah untuk selalu berjuang menggiatkan dan membudayakan syariat Islam dalam masyarakat.
  4. Mengajak jamaah untuk selalu berusaha meningkatkan amar ma’ruf dan nahi munkar
  5. Menyampaikan informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan hal-hal yang bersifat aktual kepada jamaah
  6. Merupakan kesempurnaan salat jumat karena salat jumat hanya dua rakaat
  7. Mengingatkan kaum muslim agar lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah
  8. Mengingatkan kaum muslim agar lebih meningkatkan amal shaleh dan lebih memperhatikan yang kurang mampu untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan dalam masyarakat
  9. Mengingatkan kaum muslim agar lebih meningkatkan akhlakul karimah dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara
  10. Mengingatkan kaum muslim agar lebih meningkatkan kemauan untuk menuntut ilmu pengetahuan dan wawasan keagamaan
  11. Mengingatkan kaum muslim agar meningkatklan ukhuwah islamiyah dan membantu sesama muslim
  12. Mengingatkan kaum muslim agar rajin dan giat bekerja untuk mengejar kemajuan dalam mencapai kehidupan dunia dan akhirat yang sempurna
  13. Mengingatkan kaum muslim mengenai ajaran Islam, baik perintah maupun larangan yang terdapat didalamnya.

Ada beberapa benang merah yang perlu kita perhatikan dalam mengaitkan antara shalat jumat dengan kehancuran suatu Negara. Benang merah yang pertama adalah; Jika diamati keseluruhan tujuan-tujuan khutbah jumat di atas, maka bagi yang masih mempunyai pemikiran yang jernih, akan tahu tak ada satupun yang tidak menyeru kepada kebaikan. Kita ambil contoh no. 2. Ini merupakan seruan kebaikan atas semua hal tentang kebaikan manusia, karena orang yang bertaqwa tidak mungkin melakukan hal-hal yang jelek dan tidak terpuji. Poin ini merupakan rukun wajib dalam khutbah jumat, artinya poin yang satu ini pasti disampaikan setiap hari jumat. Kita tidak usah membahas point-point lainnya. Semua sudah jelas baik.

Benang merah yang ke-dua adalah; Tujuan-tujuan khutbah yang baik di atas, tak mungkin dapat dapat difahami oleh jamah jika perhatian jamaah tidak memadai. Seperti apa perhatian yang tidak memadai itu? Tidur, melamun, memain-mainkan karpet, tidak termotivasi, kurang mampu menjadi pendengar aktif, dan sebagainya. Inilah diantara indikasi-indikasi kurangnya perhatian para jamaah. Dalam khasanah ilmiah modern, kemampuan menghubungkan konteks adalah hal yang penting dalam menumbuhkan pemahaman, yang disebut dengan kontekstual learning. Konsep ini dapat diringkas dalam tiga kata; makna, bermakna dan dibermaknakan. Khutbah adalah diskursus pembelajaran secara lisan yang disampaikan oleh sang khatib yang harus difahami maknanya, harus bermakna dan dibermaknakan oleh para jamaah. Inti dari konsep ini adalah kemampuan menghubungkan materi yang disampaikan dengan lingkungan sekitar hingga menumbuhkan pemahaman yang kontekstual. Lalu bagaimana ini bisa terwujud jika jemaah lebih asyik tidur?

Benang merah yang ke-tiga adalah; Isi khutbah yang sangat berguna untuk menciptakan kehidupan yang baik, teratur dan bermanfaat tidak akan bisa diaplikasikan oleh jamaah jika pesan yang disampaikan suatu khutbah tak bisa diterima dengan sempurna oleh jamaah. Bagaimana mungkin seorang bapak menasehati anak-anaknya untuk tidak munafik, jika ia sendiri tidak faham apa itu munafik. Bagaiman mungkin seorang ayah bisa mencontohkan shalat yang sempurna, jika ia sendiri tak faham bagaimana sesungguhnya shalat yang sempurna itu. Sedangkan ini semua kemungkinan besar sudah dibicarakan dalam khutbah jumat yang sudah dihadiri. Coba anda bayangkan jika usia anda sekarang 30 tahun, kira-kira sudah berapa jumat yang anda ikuti? dan diingat-ingat sudahkah topik-topik di atas dibicarakan dalam khutbah yang pernah anda ikuti? saya yakin malah sudah sering diulang-ulang mengingat dalam usia 30 tahun, pastilah sudah banyak sekali jumatan yang sudah anda ikuti, kecuali jika anda tidak pernah, atau jarang shalat jumat.

Azas yang paling perlu diingat bahwa apa-apa yang telah digariskan dalam agama adalah untuk kebaikan pengikutnya itu sendiri, ini tak bisa dibantah. Shalat jumat diwajibkan atas kaum Adam tanpa terkecuali. Alasan logisnya adalah kaum laki-laki adalah pemimpin dalam kelaurga. Dan keluarga adalah elemen terkecil dari masyarakat, yang bermuara pada terbentuknya suatu Negara. Hal ini sejalan dengan teori ketata negaraan yang menyebutkan bahwa keluarga adalah elemen terkecil dari masyarakat. Artinya keluarga yang dikepalai oleh seorang ayah adalah titik sentral gerakan dari bawah (grass root) dari suatu Negara. Di sini kita dapatkan benang merah yang ke-empat antara shalat jumat dan kehancuran Negara. Maka hakikatnya, khutbah jumat ini adalah wadah untuk menempa kepala-kepala keluarga yang pandai hingga mereka piawai mengepalai keluarganya masing-masing. Khutbah jumat merupakan sarana mendidik kepala keluarga supaya mampu mengatur, memenej, dan mengarahkan keluarganya ke arah yang lebih baik. Tapi apa jadinya jika para keluarga ini tidak memperhatikan isi dari khutbah jumat ini, atau malah tidur. Apalagi jika hampir semua masjid yang menyelenggarakan khutbah jumat di Negara ini dihadiri oleh kepala keluarga yang mengantuk ketika khutbah dilangsungkan. Apakah kursus parenting di Negara ini sudah menjamur hingga ada wadah lain menenpa para kepala keluarga ini menuju arah yang lebih baik? Jelas tidak kan. Jika demikian, bukankah Negara juga yang akan hancur, karena para ayah yang merupakan ketua elemen terkecil dari masyarakat yang mengkomposisi Negara ini malah asyik tidur ketika diberi pengarahan. Anda bisa pikirkan sendiri.

Sekarang mari kita coba jalin benang merah-benang merah di atas supaya jelas alur berpikirnya. Sebenarnya sangat simple; Pertama, isi dari khutbah jumat itu merupakan wejangan yang sangat lengkap dan baik jika anda ikuti dari setiap jumat. Mungkin kita bisa katakan hampir semua bahasan dalam agama yang sangat menyentuh tata cara berkehidupan manusia sehari-hari, sudah pernah kita dengarkan di khutbah jumat. Selanjutnya, arahan-arahan yang baik ini perlu diperhatikan dengan baik supaya bisa difahami dan diamalkan dalam kehidupan nyata dan disebarluaskan terutama melalui keluarga masing-masing. Ke-tiga, perlu motivasi, kemampuan mendengarkan dengan aktif, serta ketahanan mendengarkan khutbah supaya pesan bisa diterima dengan baik dan difahami dengan benar. Terakhir, jamaah yang jelas-jelas berasal dari kaum Adam ini adalah para kepala keluarga, calon kepala keluarga dan juga kakeknya kepala keluarga. Masing-masing mempunyai tanggung jawab membimbing keluarganya; kaum Adam yang sedang berstatus suami jelas sedang bertanggung jawab terhadap keluarganya sekarang; yang masih anak-anak, dan remaja akan menjadi kepala di masa datang; para kakek masih bertanggung jawab membimbing dan memantau keluarganya, keluarga anaknya, bahkan keluarga cucunya.

Supaya bertambah jelas, sekarang kita ambil contoh khutbah yang membahas tentang pentingnya menuntut ilmu bagi umat manusia. Bahasan ini sangat esensial diaplikasikan oleh semua rakyat Indonesia. Walaupun penyampaiannya bukan di sekolah, di kampus atau di seminar, tapi ini berlaku umum dan akan sangat baik jika difahami dengan benar. Implikasinya tak aka ada orang bodoh di Negara ini karena semuanya merasa perlu mencari ilmu jika ini difami dan diaplikasikan dengan benar. Tapi apa yang terjadi? Anak-anak tak pernah faham apa yang dimaksud dengan mencari ilmu; Ilmu apa yang perlu didalami terlebih dahulu; Dan bagaimana cara menuntut ilmu yang baik. Kenapa ini terjadi? Jawabannya karena ayah mereka tak pernah menjelaskan konsep ini dengan mereka. Bagaimana mau menjelaskan jika faham saja tidak. Nah sekarang mari kita pikirkan jika mayoritas para ayah di Negara ini tak pernah menjelaskan ini pada anaknya. Maka sangat mungkin anaknya akan menyimpang kesana-kemari memahami konsep ini. pada akhirnya jika generasi muda semuanya sudah rusak, maka Negara juga yang rusak. Dan silahkan dibayangkan sudah berapa banyak topik yang dilewatkan begitu saja oleh para orang tua lantaran tidur ketika khutbah jumat dilangsungkan.

Kesimpulannya, memang khutbah jumat bukan satu-satunya sumber pengetahuan. Namun dengan keindahan agama ini, khutbah jumat menjadi sangat strategis karena terjadi pengulangan-pengulangan bahasan yang dimungkinkan karena khutbah jumat akan terus didengarkan selama manusia masih bernyawa. Berbeda dengan bangku sekolah, universitas, atau seminar, semuanya hanya didapat dalam waktu terbatas dan situsi tertentu saja. Jadi para kaum Adam, sadarilah benar-benar bahwa shalat jumat itu sungguh esensial untuk kehidupan yang sebentar ini. Jangan mau ditipu oleh kantuk yang bisa kita ikuti dengan nyaman ketika kita berada di rumah. Kalau mau tidur di rumah, jangan di mesjid ketika menjadi jamaah shalat jumat. Dengarkanlah khutbah, fahamilah, sampaikanlah isi khutbah kepada anggota keluarga anda dan amalkanlah. Jika sudah demikian, bukan tidak mungkin kehidupan Negara ini akan lebih baik, teratur, indah dan tentram karena kebaikan disebarkan mulai dari elemen terkecil dari Negara ini, yaitu keluarga.

“Jika kamu berkata kepada temanmu pada hari Jum’at, “Diamlah kamu” sementara imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah berbuat kesia-siaan”. (Muttafaqun ‘alaihi)

Yupi, Marc, 2011.

Source:

http://hbis.wordpress.com/

Elaine B. Jhonson. 2008. Contextual Teaching & Learning. MLC.

About these ads

One Response

  1. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: